Modal Swasta Serbu negara Berkembang

Bank Dunia mencatat arus modal swasta yang masuk ke negara berkembang mencapai US$ 228 miliar pada 2007. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya US$ 203 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Amsberg mengatakan arus modal itu mendorong pertumbuhan negara berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Perluasan modal juga dilakukan bank-bank asing melalui akuisisi dan pembentukan mitra lokal.

pada akhir Juni 2007, lanjut dia, klaim asing terhadap pangsa negara berkembang yang di pegang perbankan internasional sebesar US$ 3,1 triliun, naik dari US$ 1,1 triliun pada akhir 2002.

“Bank asing menawarkan akses yang lebih besar ke layanan kredit dan keuangan sehingga mendorong efisiensi dan inovasi bank-bank domestik,” kata Joachim dalam keterangan pers Bank Dunia yang diterima melalui surat elektronik di Jakarta, Kamis (19/6).

Manajer grup Development Prospects Bank Dunia Hans Timmer mengingatkan perkembangan bank asing tersebut bisa memberi efek negatif berupa kerentanan pasar keuangan lokal terhadap penyebaran gejolak tekanan kredit di Amerika Serikat, terutama di Cina, Indonesia, dan Thailand.

Menurut Hans, negara yang memiliki kebuituhan pembiayaan eksternal yang besar merupakan negara-negara yang palingrentan terhadap gencatan kredit, terutama jika arus masuk utang swasta ke sektor perbankan memberi kontribusi terhadap perluasan kredit yang cepat.

Bank Dunia mencatat bahwa sebesar 28 persen aset perbankan di Indonesia dipegang oleh bank yang dikendalikan asing pada 2006. berbeda dengan Thailand yang hanya 5 persen saja aset perbankannya dikendalikan asing.

2 Responses to “Modal Swasta Serbu negara Berkembang”

  1. dewi Says:

    Aroma kapitalis….

  2. thomas Says:

    bener2 ni blog khusus “DEWASA”.. beda dengan blog lo yg satunya..hehehehe


Leave a Reply